Quality Career Bagi Calon Wisudawan

Quality Career Bagi Calon Wisudawan
Pada hari Selasa, 26 Mei 2015 lalu, dalam rangka membekali calon wisudawan sebelum terjun langsung ke dunia kerja, Lembaga Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas AKI Semarang menyelenggarakan Quality Career yang bertujuan untuk mempersiapkan lulusan UNAKI memasuki dan menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.30 – 11.30 WIB di hall UNAKI.
Kesiapan adalah segala sesuatu yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan sebuah pekerjaan untuk mencapai tujuan yang baik. Untuk itu, kesiapan memasuki dunia kerja diperlukan pengetahuan tentang gambaran bagaimana menjadi pekerja yang baik pada bidang pekerjaan tertentu.
English Camp UNAKI

English Camp UNAKI
Fakultas Bahasa dan Sastra UNAKI mengadakan English Camp pada hari Sabtu dan Minggu pada tanggal 13-14 Juni 2015 di camping ground Agrowisata Salatiga. English Camp ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra, Ilmu Komputer, dan Ekonomi. English Camp ini bertemakan “Study English is More Than Study” yang bertujuan untuk menunjukan bahwa dalam belajar bahasa Inggris itu tidak hanya sekedar duduk,membuka buku, memperhatikan dosen, lalu ujian, tetapi bisa juga melalui permainan, outbond, dan lain lain. Melalui kegiatan ini kita tidak hanya sekedar memperoleh pengetahuan bahasa Inggris, tetapi bisa juga bekerja secara teamwork, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris, dengan kegiatan yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari. setiap peserta dan panitia wajib berbicara dalam bahasa Inggris di saat acara berlangsung,kecuali saat free time, breakfast time, lunch time dan dinner time. Pada hari Sabtu kegiatan yang dilakukan adalah Workshop of English Proficiency yang didalamnya mencakup 3 kemampuan, yaitu Structure and Written Expression, Reading Comprehension, dan Listening Comprehension yang disampaikan oleh Benny Hermanto, S.S., M.Hum. Pada malam hari dilaksanakan acara fire camp, dimana mahasiswa dibagi dalam berbagai kelompok, dan masing-masing kelompok diminta untuk perform, seperti, drama, singing, dancing, standup comedy, dan poetry reading.
Mahasiswa UNAKI Wakili Indonesia Ajang Social Entrepreneurship di Singapore
Dua Mahasiswa Unaki, Dian Fatmawati (FE 2012) dan Dhitte Lekatom Pessi (FE 2012) MenjadiDelegasi Indonesia dalam ajang Social Entrepreneurship (SE) di Singapura, 19-24 April 2014. Dian dan Dhitte menjadi dua dari 5 Delegasi Pemuda Indonesia yang lolos ke Singapura setelah menjadi Juara II dalam Ajang Leadership Award (LA) 2013.
Pada ajang LA 2013 Dian dan Dhitte mengusulkan ide proposal Social Business Plan dengan judul “OSCAR (Onion Sakura Craft) Industri Kreatif Berbasis Social-Enterprise Sebagai Upaya Pemberdayaan Ibu-ibu Rumah Tangga di Kampung Yusuf, Kelurahan Karangturi Semarang”. Proses kompetisi untuk seleksi menuju SE Singapur 2014 sangat ketat. Disini Dian dan Dhitte harus menyisihkan 80 peserta umum dari jenjang SMA hingga S2 yang sebelumnya telah lolos tahap seleksi proposal dari 525 pendaftar. Tahap presentasi dan Leadership Competition dilakukan di Villa Kota Bunga, Bogor, 23-28 Oktober 2013. Dan akhirnya Dian dan Dhitte berhasil lolos untuk mewakili Indonesia dalam ajang Social Enterpreneur (SE) 2014 di Singapura.
Mahasiswa UNAKI Menjadi Official Delegates IYF

Mahasiswa Unaki – Delegasi IYF
Dian Fatmawati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unaki 2012 menjadi Official Delegates of Indonesia Youth Forum (IYF) 2013 yang dilaksanakan di Bandung 23-26 Mei lalu. Acara yang bertajuk “Kreasi Kaum Muda Indonesia Stand Up, Speak Up, Take Action” ini menghadirkan 200 orang pemuda berprestasi, kreatif dan inovatif, berusia 17-20 tahun, yang terpilih dari serangkaian seleksi ketat dari 1013 pendaftar baik dari Indonesia maupun luar Indonesia. “Alhamdulillah, terpilih menjadi Official Delegates dalam IYF 2013 adalah anugerah bagi saya untuk mengembangkan Desa Binaan Berbasis Ekonomi Kreatif yang menjadi social project saya” ujar dian.
Selama empat hari, dian bersama 199 delegates lainnya mengikuti serangkaian kegiatan. Hari pertama, Kamis (23/5) peserta wajib berpakaian adat daerah masing-masing untuk menunjukkan keragaman budaya Indonesian dalam acara pembukaan IYF 2013 oleh wakil wali kota Bandung, di Gedung Konferensi Asia Afrika.
Pada hari kedua, semua peserta tampak anggun dan elegan dalam balutan busana internasional, blezer dan jas resmi. Acara diawali dengan coaching clinic yang terbagi dalam empat group yaitu youth partnership, youth & entrepreneurship, youth & social movement dan creative writing. Setiap group akan berdiskusi dengan ahli di bidang tersebut dan setiap peserta bebas memilih sesuai tema yang diinginkan. Sesi selanjutnya adalah World Cafe. Pada sesi ini, ada 11 isu nasional yang diangkat sebagai materi diskusi dan terbagi menjadi tiga ronde. Dalam setiap ronde peserta bebas memilih isu yang diinginkan. Peserta akan mendiskusikan pertanyaan yang di lemparkan oleh host. Kemudian dalam setiap putaran ronde peserta akan berpindah group untuk mendiskusikan hasil dari ronde sebelumnya.