FIELD TRIP INDUSTRY
Pada Hari Jumat, 27 November 2015, telah diadakan kegiatan Field Trip Industry di PT SidoMuncul Ungaran dari Fakultas Psikologi Universitas AKI Semarang yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa mengenai dunia industri agar nantinya mahasiswa ketika menghadapi dunia kerja tidak hanya mencari kesempatan kerja tetapi dapat menciptakan peluang kerja. Field Trip ini diikuti oleh 41 mahasiswa Psikologi beserta 5 orang dosen sebagai pendamping sekaligus mentor dalam kegiatan ini. Adapun kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam yang dibuat dalam bentuk tur keliling pabrik dan diskusi.
Acara ini dibuka dengan upacara penyambutan yang dilakukan oleh Humas dari PT SidoMuncul dan sambutan dari Ibu Alice Zellawati, M.Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas AKI dan kemudian dilanjutkan dengan pemberitahuan tentang tata tertib yang harus dipatuhi selama melakukan field trip dan tur keliling pabrik. Dalam tur keliling pabrik ini dipaparkan tentang sejarah berdirinya PT SidoMuncul Tbk, dan proses pembuatan produk-produk jamu Sido Muncul mulai dari penyortiran bahan baku hingga menjadi produk jadi yang siap dipasarkan.Tur keliling pabrik diawali ke gudang penyimpanan bahan baku dimana dijelaskan pada tahun 1951 Sido Muncul merupakan sebuah aktivitas home industry yang dilakukan oleh Rahmat Sulistyo yang menjadi pendiri PT SidoMuncul dengan menjual rempah-rempah dan jamu dalam bentuk bubuk. Sekarang ini, PT Sido Muncul sudah memiliki ratusan produk mulai dari jamu yang berbentuk bubuk, kaplet, permen, cair, minyak angin aromatherapy, pupuk, dll. Disini juga dijelaskan bahwa bahan baku pembuatan jamu terdiri dari bahan baku mentah yang terdiri atas akar, buah, daun, batang, biji tanaman herbal dan bahan baku olahan seperti pemanis, creamer, dan bahan-bahan pelengkap pabrikan lainnya. Bahan baku yang dikirim disortir sehingga disimpan dalam ruangan yang harus senantiasa dijaga kebersihan dan suhunya agar kualitas bahan baku tetap terjaga dalam masa penyimpanan yang cukup panjang. Tur kemudian dilanjutkan dengan melihat bagaimana cara pengemasan produk secara higienis dan laboratorium modern yang meneliti sampel produk yang sudah jadi untuk tetap menjaga kualitas produk tetap prima.
Mengekspresikan Diri Dengan Budaya Indonesia

No Galau with Karo
HIMAPSI Universitas AKI – Menilik tugas perkembangan remaja, yaitu mengembangkan konsep dan keterampilan yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat. Individu yang berada pada tahap remaja diharapkan mampu untuk menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan sosial. Hal tersebut tampak pada kehidupan organisasi di kampus, para remaja diberikan kesempatan untuk berkreasi dan mengekspresikan diri sesuai minatnya namun dapat berguna bagi kehidupan sosial. Salah satu cara untuk mengekspresikan diri dengan melakukan kegiatan entertainment.
Salah satu program kerja tahunan dari Himpunan Mahasiswa Fakultas Psikologi (HIMAPSI) Universitas AKI, yaitu mengadakan acara Culture Day, yang tujuannya sebagai ajang mahasiswa untuk belajar mengadakan acara yang bersifat menghibur. Di samping itu, Culture Day juga bertujuan untuk mengenalkan beragam budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Pada tanggal 16 Nopember 2016, HIMAPSI mengusung tema “No Galau with Karo”, mengajak penonton untuk mengenal Budaya Karo, baik dari segi bahasa, kuliner, music, objek wisata, pakaian adat, dan historis Budaya Karo.
Studi Lapangan Mahasiswa UNAKI

Studi Lapangan Mahasiswa UNAKI
Pada hari Rabu tanggal 21 Desember 2016 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra bersama dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI (UNAKI) mengadakan kegiatan studi lapangan ke PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. divisi noodle cabang Semarang yang berlokasi di Jl. Tambak Aji II / 8, Ngaliyan, Semarang. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa, seorang dosen pendamping dari Fakultas Bahasa dan Sastra serta dua orang dosen pendamping dari Fakultas Ilmu Komputer.
Kegiatan ini merupakan sarana bagi mahasiswa dalam rangka mempersiapkan diri untuk siap terjun di dunia kerja. Proses pembelajaran tidak hanya didapatkan di bangku kuliah, namun memungkinkan juga dilakukan dengan studi lapangan perusahaan. Bagi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra, mereka dapat mengetahui bagaimana proses eksport produk serta tentu saja kecakapan dalam bernegosiasi dan berkomunikasi dengan kolega-kolega dari luar negri. Sedangkan bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, kegiatan ini bermanfaat bagi penerapan teknologi informasi di produksi produk.
American – Indonesian Cross Cultural Understanding
Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas AKI menyelenggarakan seminar American – Indonesian Cross Cultural Understanding pada awal bulan ini, tepatnya pada tanggal 4 Desember 2015. Seminar yang dimulai pada pukul 13.30 tersebut mengambil tema American Holy Days karena yang menjadi keynote speakernya adalah native speaker dari Amerika, yaitu William Patterson. Selain William juga ada pembicara internal yang diwakili oleh Indah Arvianti, S.S, M.Hum. Seminar ini bertujuan untuk memudahkan para siswa SMU dan mahasiswa dalam mempelajari bahasa Inggris dengan menghadirkan penutur asli bahasa Inggris serta untuk memperluas wawasan mereka tentang budaya Amerika, terutama yang terkait dengan hari-jari besar yang biasa dirayakan oleh masyarakat Amerika. Peserta yang hadir dalam seminar tersebut selain para dosen dan mahasiswa Universitas AKI juga terdapat siswa/siswi SMU yang antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para peserta yang mengikutinya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya Amerika dan seminar ini seyogyanya bisa menjembatani perbedaan budaya dan kebiasaan yang ada antara Indonesia dan Amerika. Untuk membuat komunikasi berjalan dengan lancar diperlukan adanya pemahaman budaya dan kebiasaan dari kedua pemakai bahasa karena makna sebuah kata bisa jadi berbeda. Hal ini terkait dengan adat dan budaya masing-masing negara yang terdiri dari berbagai suku. Seminar Cross Cultural Understanding ini merupakan salah satu upaya untuk menghindari kesalahpahaman akibat adanya perbedaan adat dan budaya di antara dua pihak yang memiliki latar belakang berbeda.