UKM Expo 2015

UKM Expo 2015
Universitas AKI (Unaki) belum lama ini menggelar UKM Expo 2015 bertempat di Hall Unaki, jalan Imam Bonjol 16 Semarang yang diikuti oleh 18 UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). UKM Expo bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan kemahasiswaan yang ada di Unaki dan sekaligus untuk merekrut anggota dari mahasiswa baru angkatan 2015.
Dalam acara Expo tersebut dibuka oleh Suwarno, S.Si, M.Kom selaku Deputi Rektor Bidang Kemahasiswaan dan IT. Dalam sambutannya disampaikan UKM sebagai wadah kegiatan mahasiswa untuk menyalurkan minat, bakat, penalaran dan religi bertujuan membekali mahasiswa dalam softskill dan hardskill dalam bidang akademik sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas. Expo merupakan bentuk softskill yang dapat ditumbuhkan dalam diri mahasiswa, meliputi interaksi sosial, keterampilan teknis dan managerial yang bertujuan untuk mengembangkan karakter mahasiswa. Lebih lanjut disampaikan, dalam penerapannya di dunia kerja pun tidak hanya hardskill yang dipandang tetapi softskill merupakan poin utama yang sangat dibutuhkan.

UKM Paduan Suara Mahasiswa
Kegiatan ini diawali oleh UKM Paduan Suara yang menyanyikan Mars Unaki dan lagu pilihan, kemudian acara dilanjutkan dengan UKM English club yaitu suatu kegiatan yang memfasilitasi mahasiswa untuk dapat memperlancar ketrampilan berbahasa inggris dan dapat berdiskusi apa saja dengan bahasa inggris. Dalam sesi ini para peserta yang sebagian mahasiswa baru diajak bermain dengan beberapa games sehingga mereka tanpak enjoy. Lalu dilanjutkan dengan penampilan dari Psikomus yang terdiri dari mahasiswa psikologi yang hoby bermain musik. Kemudian presentasi dari UKM yang wajib diikuti oleh mahasiswa ada IT Club, English Club, dan Bisnis. Tujuan dari UKM ini adalah memberikan ketrampilah tampahan kepada mahasiswa yang dapat mendukung mahasiswa ketika menghadapi dunia kerja. Selain UKM bidang seni, ada juga UKM bidang kerohanian yaitu FKI, PMK, PKKMK.
Pemasaran Lewat Internet Berkembang Pesat

Seminar Online Marketing & E-Commerce
Semarang–Pemasaran lewat internet berkembang pesat. Hal itu seiring dengan pengguna internet yang semakin banyak. Karena itu, Universitas AKI (Unaki) baru-baru ini menggelar seminar yang mengungkap strategi pemasaran di dunia maya.
Seminar di kampus Jalan Imam Bonjol tersebut mengambil tema The Power of Youth Women Netizen bekerja sama dengan MarkPlus Inc. Dalam seminar tersebut, perwakilan MarkPlus berbagi ilmu kepada peserta dan mahasiswa UNAKI bagaimana cara menjadi agen pemasaran yang sukses dan juga bisa menjalankan sebuah usaha E-Commerce.
Mereka juga memberi pandangan bagaimana menjalankan E-commerce dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini. ’’Kami juga mengajarkan strategi pemasaran. Intinya bagaimana memasarkan produk dengan baik,’’tutur Reza Rahardian, salah satu pembicara dari Mark- Plus.
Dalam dunia maya, perempuan juga tercatat ambil bagian. Kebanyakan pengguna internet didominasi oleh kaum muda. Itu memungkinkan mereka untuk memberikan kontribusi besar. ’’Antara wanita yang sudah menikah dan belum, kebutuhannya berbeda. Semisal mereka yang masih sendiri cenderung membeli kebutuhan di supermarket atau minimarket.
OUTING CLASS

OUTING CLASS
Pada hari Rabu tanggal 16 Desember 2015, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas AKI mengadakan acara outing class. Acara ini merupakan sebuah kegiatan pembelajaran bahasa Inggris dengan metode yang menyenangan, unik, inovatif dan tidak membosankan. Fakultas Bahasa dan Sastra mencoba untuk menciptakan suasana belajar yang baru dan fresh yakni dengan diadakannya kegiatan Outing Class.
Outing class adalah kegiatan belajar mengajar yang diadakan diluar kelas, yang tidak dilakukan didalam kelas pada umumnya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menentukan lokasi yang akan digunakan untuk kegiatan outing class lalu panitia yang bertanggung jawab dengan acara tersebut akan menelusuri lokasi dan menentukan wilayah yang tepat untuk dijadikan sebuah pos. Pada pos-pos yang sudah ditentukan, peserta akan diminta untuk mengerjakan kuis dan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang sudah diajarkan sebelumnya. Pos-pos tersebut juga mewakili tiap jenis mata kuliah seperti: reading comprehension, structure, pronunciation drill, introduction to linguistics, dan speaking. Peserta juga akan mendapatkan satu partner atau mitra. Tidak hanya itu, didalam kegiatan outing class ini juga diterapkan aturan main serta punishment atau hukuman yang akan diberikan kepada peserta yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari tiap pos. Sedangkan untuk para pemenangnya akan diberikan hadiah yang sangat menarik.
UNAKI KESPRO REMAJA, STOP HIV/AIDS ‘JADILAH REMAJA BERTANGGUNG JAWAB’

UKM Bisnis & FKI – Seminar Kespro
SEMARANG – Unit Kegiatan Mahasiswa UNAKI yaitu UKM Bisnis dan FKI (Forum Komunikasi Islam) bekerja sama mengadakan seminar tentang Kespro Remaja Stop HIV/AIDS, kamis (7/1). UNAKI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan PILAR memberikan sosialisasi bagaimana bahaya HIV/AIDS. Bukan hanya mahasiswa UNAKI yang menjadi peserta seminar tapi juga UNAKI mengundang para siswa SMA dan SMK di Semarang, yang mendapat apresiasi dari sekolah-sekolah tersebut.
Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan IT Suwarno, S.Si, M.Kom “Saat ini, pengetahuan mengetahui kesehatan reproduksi masih rendah dikalangan masyarakat luas terutama dikalangan remaja. Oleh karena itu, Universitas AKI melalui UKM Bisnis dan FKI melaksanakan kegiatan pendidikan kepada masyarakat dalam bentuk Seminar Kesehatan Reproduksi dengan tema ‘Kespro Remaja, Stop HIV dan AIDS, Jadilah Remaja Bertanggung Jawab’ maka dengan ucapan Basmalah saya buka acara ini.” Sambutnya
Apakah arti remaja ?

Serah Terima Piagam
Remaja adalah periode transisi dari masa anak-anak hingga masa awal dewasa antara 10-24 tahun. Ciri-ciri perempuan dan laki-laki yang memasuki remaja adalah penuh emosi, labil, suka coba-coba, ingin cari tahu, susah diatur, susah mengendalikan diri, dan lain-lain.
Lalu, apa yang dimaksud dengan remaja bertanggung jawab ?
“Remaja yang bertanggung jawab adalah remaja yang bisa menjaga dirinya dari hal-hal negatif seperti narkoba, minuman keras, dan pergaulan bebas. Juga remaja yang bisa mempertanggung jawabkan kelakuannya.” Kata Rindia murid SMA Sultan Agung Semarang yang juga menjadi peserta seminar tersebut. Menjadi seorang remaja harus bisa mengendalikan diri sendiri artinya kita harus bisa mengendalikan emosi kita. Menjadi seorang yang kritis, menerima keadaan fisik, bertanggung jawab dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar dengan baik.