Kunjungan Industri Fakultas Ekonomi ke Pabrik Omah Herborist
Dalam rangka menumbuhkan jiwa technopreneur, Fakultas Ekonomi menyelenggarakan kunjungan industri ke Pabrik Omah Herborist. Kunjungan industri merupakan salah satu program kerja rutin Ikatan Keluarga Alumni Universitas AKI Fakultas Ekonomi ( IKA-AKI FE ). Diikuti 50 peserta dari mahasiswa Program Studi Manajemen, Program Studi Akuntansi, dan Program Studi Perpajakan didampingi oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Alumni Fakultas Ekonomi.
Mahasiswa Program Studi Manajemen yang telah mengambil mata kuliah technopreneuship sangat antusias saat mengunjung Pabrik Omah Herborist. Ide usaha menjadi hal utama dalam hal memulai usaha. Ide usaha didapatkan dari apa yang disukai, kreativitas produk yang unik dan pengamatan dari apa yang dibutuhkan disekitar kita. Era digital saat ini memberikan kemudahaan bagi masyarakat dan pengusaha dalam mempromosikan poduknya melalui, web, blog dan media sosial.
Pada saat kunjungan pengunjung bisa melihat langsung bagaimana proses produksinya dengan mengelilingi pabrik, melihat proses riset laboratorium. Lalu pengunjung akan diajak untuk mengenal berbagai tanaman herbal asli Indonesia melalui proses produksi, packaging sampai olahan produk jadi. Meskipun herbal, yang dipakai untuk produk Herborist adalah ekstraknya, bukan tanaman langsung. Sebelum memasuki ruang produksi harus steril. Pengunjung akan dibekali dengan pakaian khusus yang steril mulai dari jas lab, masker, penutup kepala dan pelindung alas kaki.
Kemudian pengunjung akan berkeliling di ruang produksi yang berada di lantai 2. Pada bagian ini terdapat berbagai ruang, yaitu : ruang bersih, ruang penyimpanan parfum, ruang reverse osmosis, ruang timbang produk, ruang cuci alat, ruang penirisan alat, ruang pemanasan dan mixing padat, krim & cair, serta area karantina produk ruahan. Setelah berkeliling dibagian produksi, kita akan turun ke lantai 1 untuk melihat isi gudang penyimpanan, ruang labeling & barcode, ruang pengisian yang dibedakan antara cair, krim & padat, serta di area packaging. Omah Herborist juga mendokumentasikan sejumlah warisan sejarah herbal tradisi nenek moyang dalam sebuah museum mini yang berisikan sejarah herbal dan bahan alami untuk kecantikan dan perawatan tubuh. Di museum mini juga terdapat alat-alat tradisional untuk memproduksi jamu maupun untuk perawatan tubuh. Kita juga bisa menyaksikan film pendek di Beauty Theatre yang berkapasitas 30-50 orang.
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan perwakilan pegawai perusahaan dan alumni dari Program Studi Manajemen yang sekarang bekerja disana.